Categories Warta

MWC NU Dawuan Dorong Pengajian Rutin di Kecamatan

SUBANG – Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang Jawa Barat mendorong agar digelar pengajian rutinan setiap bulannya di lingkungan Pemerintah Kecamatan. Hal tersebut terungkap dalam materi audiensi MWC NU Kecamatan Dawuan beserta jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) serta diterima langsung oleh Camat Dawuan, Tri…

Categories Tokoh

Ang Fuad, Kyai Muda Calon Doktor Tafsir

Oleh: Yahya Afriyandi* Bagi masyarakat Desa Kihiyang Kecamatan Binong Kabupaten Subang Jawa Barat sapaan “Ang” dalam memanggil seseorang yang lebih dewasa adalah sapaan yang menandakan keakraban dan penghormatan. Sapaan “Ang” jika ditelusuri adalah bentuk panggilan pendek dari kata “Kang” atau “kakang” bahasa Jawa yang artinya kakak. Sapaan atau…

Categories Warta

Kiai Said: Iman Itu di Hati, Bukan di Mulut

Jakarta – Ketum PBNU Said Aqil Siroj tidak mempermasalahkan salam semua agama seperti yang diimbau MUI Jawa Timur untuk tidak digunakan pejabat dalam sambutan resmi. Said mengatakan iman itu ada di hati. Seperti dilansir detiknews.com, Kiai Said mengatakan, “Sah-sah saja. Tidak berpengaruh yang penting hati kan, iman di…

Categories Agenda

Inilah Pemenang Lomba Film Dokumenter Hari Santri Nasional 2019

NUSubang.or.id – Lomba Film Dokumenter merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang turut meramaikan kegiatan peringatan Hari Santri Nasional tahun 2019 tingkat Kabupaten Subang, kalangan pesantren menyambut lomba tersebut cukup antusias yang dibuktikan dengan diikuti oleh 13 pesantren yang ada di Kabupaten Subang. Salah satu tim dewan juri lomba…

Categories Tokoh

Kiai Said Bimbing Warga Jepang Masuk Islam

Seorang warga Jepang atas nama Nama Kazushige Kobayashi berikrar memeluk agama Islam di Gedung PBNU, Jakarta, Sabtu (19/10) sore. Ia membaca dua kalimat syahadat dibimbing Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Sebelumnya, Kiai Said bertanya terlebih kepada Kobayashi apakah dirinya masuk Islam secara sukarela. Kobayashi menjawab iya.…

Categories Warta

Cara Kelompok Radikal Hindari Pengawasan Intelijen

Oleh: Ayik Heriansyah*) Aparat penegak hukum sedikit kerepotan saat mau membawa kaum radikal ke ranah hukum formal karena kelompok radikal tidak memiliki kartu tanda anggota seperti e-KTP yang lazim ada pada organisasi-organisasi resmi seperti partai politik, ormas dan LSM. Hal ini bukan kebetulan, kaum radikal sedari awal sudah…