Majelis Waqi’ahan jadi Sarana Konsolidasi NU Purwadadi

Share to :

Subang, NUSubang.or.id – Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Purwadadi, Subang menggelar pengajian surat Al-Waqi’ah dengan cara bergilir dan keliling ke setiap pengurus ranting yang ada di wilayahnya. Kegiatan yang diberi nama Majelis Waqi’ahan Syekh Muhammad Fadhil Al-Jailani ini rutin digelar setiap malam sabtu.

KH. Toto Bustanul Arifin, S.Pd.I sedang memimpin Pengajian Majelis Waqi’ahan Syaikh Muhammad Fadhil Al-Jailani

Ketua MWCNU Purwadadi, KH. Toto Bustanul Arifin, S.Pd.I menyampaikan, lahirnya pengajian malam sabtu ini dimulai sejak ia beserta pengurus NU lainnya mendapatkan ijazah Surat Al-Waqi’ah dari KH Mustofa Aqil Siroj yang sanadnya menyambung kepada Syaikh Muhammad Fadhil Al-Jailani.

Selain itu, kata dia, lahirnya pengajian ini tidak lepas dari sebuah keyakinan bahwa untuk menghidupkan NU mesti ditempuh melalui dua jalur, yaitu pergerakan lahir dan batin.

“Upaya lahir batin itu menurut saya ada dalam kegiatan pengajian ini,”ujar Kiai Toto di sela kegiatan Waqi’ahan di kediaman salah satu pengurus MWCNU Purwadadi, Jum’at malam (10/1)

Karena, kata dia, dalam pengajian ini diisi dengan ngaji dan doa bersama yang menjadi cerminan dari upaya batiniah, selanjutnya usai pelaksanaan pengajian diisi dengan kegiatan rapat kordinasi pengurus yang dinilai sebagai upaya lahiriah.

“Usai mengaji kami ngobrol serius tapi santai membahas perkembangan terkini yang berkaitan dengan kegiatan atau progres program organisasi,”ungkapnya

Ditambahkannya, selain membahas program organisasi terkadang para peserta yang hadir menyampaikan peristiwa atau isu hangat yang sedang terjadi di tengah-tengah masyarakat Purwadadi.

“Jika ada masalah yang terjadi di masyarakat kami diskusi untuk kemudian mencari solusinya,”imbuhnya

Waqi’ahan ini, sambungnya, dianggap sangat penting karena akan merekatkan tali silaturahmi dan silatulfikri antar pengurus dan akan memberi dampak positif pada jalannya roda organisasi.

“Munculnya istilah organisasi yang ‘wujuduhu ka’adamihi’ saya kira bermula dari tidak adanya komunikasi dan kordinasi antar pengurus sehingga roda organisasi jalan di tempat,”bebernya

Mantan Ketua PSNU Pagar Nusa Kabupaten Subang ini melanjutkan, para peserta yang mengikuti kegiatan Waqi’ahan ini biasanya diikuti oleh para pengurus MWCNU Purwadadi dan perwakilan Ranting yang ada di wilayahnya. (NU Online/Aiz Luthfi)