Nahdliyin Subang Gelar Deklarasi Jakisan, Gerakan Jaga Kyai Jaga Santri

Share to :

Subang, NU Subang Online

Koordinator Nasional (Kornas) Gerakan Jaga Kiai Jaga Santri (Jakisan) melantik pengurus Koordinator Daerah (Korda) Jakisan Kabupaten Subang, sekaligus memimpin deklarasi Gerakan Jakisan, Sabtu (26/12) di Pondok Pesantren Al-Hidayah Kihiyang Kecamatan Binong Kabupaten Subang.

Pelantikan dan deklarasi Jakisan Korda Kabupaten Subang tersebut tersebut dilaksanakan di tengah-tengah rangkaian peringatan Haul ke-11 KH. Nawawi Abbas Pendiri Pondok Pesantren Al-Hidayah Kihiyang.

Dikatakan Kornas Jakisan KH. Sa’dulloh bahwa salah satu adanya Gerakan Jakisan merupakan upaya untuk menjaga Kiai dan santri baik secara fisik maupun nonfisik.

“Jangan sampai kegiatan-kegiatan pesantren tutup, tapi harus tetap eksis, harus tetap berjalan sebagaimana mestinya. Oleh karenanya, kita harus menjaga kiai-kiai, santri-santri dan juga masyarakat dari berbagai macam ancaman.” Tegas KH. Sa’dulloh

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Katib Syuriah PWNU Jawa Barat, Pengasuh Pesantren Kempek Cirebon, ketua PCNU Kabupaten Subang, muspika kecamatan Binong, dan dihadiri oleh ratusan warga nahdliyin Subang.

“Sebagai upaya kita menjaga kiai, menjaga santri dan juga menjaga masyarakat maka dalam kegiatan Haul ke-11 KH. Nawawi Abbas kali ini kita menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran covid-19.” Lanjut KH. Sa’dulloh

Selain Deklarasi Gerakan Jakisan, dalam rangkaian Haul ke-11 ini digelar simaan Al-Qur’an 30 Juz, ziarah maqbaroh, temu alumni pesantren Kempek Cirebon se-Kabupaten Subang serta Mauidhoh Hasanah yang disampaikan oleh Katib Syuriah PWNU Jawa Barat

Kedepannya Gerakan Jakisan akan mengadakan deklarasi dibeberapa kota kabupaten. Dan semoga dengan adanya Gerakan Jakisan ini kiai dan santri serta masyarakat dapat terjaga dari berbagai hal yang akan merongrong, tutup KH Sa’dulloh.

Sementara itu, KH. Usamah Manshur selaku Katib PWNU Jawa barat yang menjadi pengisi tausiah Haul Ke-XI KH. Nawawi Abbas menyampaikan bahwa kita selaku umat Islam senantiasa memegang teguh tiga prinsip di masa pandemi.

Pertama ikhtiyath yakni kehati-hatian, dengan menerapkan protokol kesehatan adalah bagian menjaga kehati-hatian kita agar terhindar dari covid-19.

Kedua adalah ikhtiyar, mengamalkan wiridan dan doa yang diajarkan para kyai adalah bagian ikhtiyar atau usaha kita sebagai mahluk untuk senantiasa memohon kepada sang khalik.

Ketiga adalah tawakal, kita harus sepenuhnya mengoptimalkan usaha Amaliah kita, dan selanjutnya kita pasrahkan kepada Allah SWT.

Pewarta: Thobi