GP Ansor Subang Dorong Kemandirian Ekonomi Kader

Share to :

Subang, NUSubang.or.id  -Para kader Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Subang harus bisa mandiri secara ekonomi sebagaimana telah dicontohkan oleh PBNU melalui Koin Muktamar dan PW GP Ansor Jawa Barat yang telah meluncurkan wakaf kader mandiri.

Ketua PC GP Ansor Subang saat memberikan sambutan pada penutupan kegiatan PKD

Pernyataan ini disampaikan Ketua GP Ansor Kabupaten Subang, Asep Alamsyah HD saat memberikan sambutan penutupan pada kegiatan Pendidikan Kader Dasar (PKD) yang digelar di Pesantren Miftahul Huda Al-Jalal, Jalan Arif Rahman Hakim, Subang. Ahad (16/2)

“Kita harus tunjukan bahwa kader GP Ansor Subang merupakan kader yang militan dan mandiri,”tegas Asep di hadapan 79 kader GP Ansor Subang yang baru saja lulus dan dibaiat.

Langkah awal menuju kader mandiri, lanjut Asep, bisa ditunjukan dengan ikut serta dalam mensukseskan program Koin Muktamar PBNU dan Wakaf Anggota GP Ansor Jawa Barat dengan menyumbang minimal Rp 10 ribu per anggota.

“Kemandirian ekonomi akan membawa GP Ansor menjadi organisasi yang maju secara terhormat,”tambahnya

Diceritakan Asep, GP Ansor Subang sudah berupaya melangkah menuju organisasi yang mandiri, hal ini bisa dilihat dari kegiatan PKD yang tidak mengajukan proposal bantuan dana kepada pihak lain, sebab saat akan mengadakan kegiatan kaderisasi tingkat awal di tubuh GP Ansor itu, ia beserta jajaran pengurusnya berkordinasi dengan beberapa pesantren yang diasuh oleh pengurus PCNU Subang.

Penutupan PKD GP Ansor Subang

“Kalau di pesantren kan minimal tempat dan makan bisa ditanggung oleh pengasuhnya,”ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia pun mendorong para kader GP Ansor untuk berjihad di tengah-tengah masyarakat, baik masyarakat yang ada di dunia nyata maupun masyarakat yang ada di dunia maya.

“Jihad kita bukan dengan melempar bom, jihad kita adalah memberikan kontribusi kepada masyarakat dengan cara aktif menjadi pengurus Ikatan Remaja Masjid, Karang Taruna dan sebagainya,”tukasnya.

Di dunia maya, sambungnya, para kader GP Ansor harus punya peran dengan cara aktif di media sosial, hal ini bertujuan untuk menghalau dan menetralisir propaganda dari pihak tertentu yang tidak suka dengan NU dan NKRI.

Baca juga: PKD GP Ansor Diikuti Pemuda se-Kabupaten Subang

“Kita harus mengawal para kiai NU baik di darat maupun di udara, jika ada orang atau pihak tertentu yang menghina kiai kita harus tabayunkan terlebih dahulu, jika tabayun sulit dilakukan maka langsung laporkan kepada pihak berwajib,”pungkasnya. (NU Online/Aiz Luthfi)