Di Hadapan Menlu, Kiai Said Sampaikan Penolakan WNI Eks ISIS

Share to :

Jakarta, NUSubang.or.id – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno LP Marsudi berkunjung ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jalan Kramat Raya 164, Jakarta. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj beserta beberapa jajaran pengurus harian. Selasa (11/2).

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengunjungi PBNU untuk membahas beberapa isu Internasional

Sebagaimana dirilis situs resmi PBNU, NU Online, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan bahwa pertemuan tersebut fokus membicarakan pemulangan WNI yang masih berada di kamp ISIS di Suriah dan Palestina.

Terkait hal pertama, Kiai Said mengutip Al-Qur’an Surat al-Ahzab ayat 60, bahwa Nabi diperintah oleh Allah swt untuk mengusir orang yang membuat kegaduhan di Kota Madinah. “Orang bikin gaduh usir dari Madinah. Jangan sampai mengganggu ketenangan,” ujarnya.

Oleh karena itu, Kiai Said dengan tegas menolak kedatangan kombatan ISIS. Pasalnya, mereka datang ke sana dengan kemauan sendiri. Bahkan, mereka menganggap Indonesia sebagai negara thaghut.

“Saya kira tidak ada salahnya pemerintah menolak kepulangan mereka,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta Selatan itu.

Kiai Said mengapresiasi Retno yang konsisten membela Palestina. Menurutnya, hal tersebut merupakan kewajiban negara dan agama.

“Ini amanat negara dan agama juga. Harus kita perjuangkan,” katanya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menyebut pihaknya sengaja berkunjung sebagai bagian dari kegiatan silaturahim rutin untuk meminta saran.

“Fokus pada satu hal terkait Palestina bahwa Indonesia konsisten terus menyuarakan perjuangan Palestina. Kita terus konsisten pada titik ini,” katanya.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh Ketua PBNU H Robikin Emhas, H Hanief Saha Ghafur, KH Aizuddin Abdurrahman, Sekretaris Jenderal H Ahmad Helmy Faishal Zaini, Wakil Sekretaris Jenderal Andi Najmi Fuadi dan Imam Pituduh. (NU Online/Aiz Luthfi).