Sembuh Covid-19, Admin Kartanu Subang Bagi Tips Isolasi Mandiri di Rumah

Share to :

Subang, NU Subang Online

Admin Kartu Anggota Nahdlatul Ulama (Kartanu), Shalik Ambari, S.Pd.I berbagi tips dan cara isolasi mandiri (isoman) di rumah agar bisa sembuh dari Covid-19. Tips ini berdasarkan pengalaman yang ia lakukan saat merawat istrinya yang terpapar covid-19 hingga akhirnya sembuh.

Shalik memilih memilih cara isolasi mandiri di rumah. Alasannya tiada lain karena Rumah Sakit dan Klinik di Subang rata-rata sudah dipenuhi oleh pasien. Sebelum melakukan isolasi mandiri, ia melihat istrinya merasakan beberapa gejala sakit mirip covid-19 dan langsung meminta dokter PDNU (Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama) untuk memeriksanya. Hasilnya, positif.

“Awal-awal pasien merasakan demam, kemudian pada hari kelima mulai merasakan sesak nafas, jadi bernafas itu sulit,” ungkap Salik di Kantor PCNU Subang, Rabu (30/6/2021).

Menurutnya, ketika pasien sudah merasakan sesak nafas seperti ini, pernafasannya harus dibantu dengan tabung oksigen. Kebetulan, Salik punya rekanan yang punya usaha oksigen dan sampai hari ini masih tetap berkomunikasi.

“Pertama, sebaiknya stok oksigen harus selalu ready, untuk jaga-jaga saja. Asupan oksigen harus tetap dijaga. Kalau ada yang berminat, saya ada rekanan, tidak perlu beli tabungnya, sebab tabungnya bisa kita sewa,” tambah Wakil Sekretaris PCNU Subang itu.

Kedua, kata dia, pasien harus dipisahkan dengan anggota keluarga. Saat itu, Shalik dan anaknya yang masih berusia 4 tahun selalu menjaga jarak.

“Saya bilang ke anak saya, sama ayah dulu ya, kan ibu lagi sakit. Setelah diberi pengertian seperti itu, anak saya mengerti dan bisa menjaga jarak dengan ibunya,” jelasnya.

Ketiga, pasien harus diberi hiburan, tujuannya untuk meningkatkan imun tubuh. Jangan biarkan ketakutan dan kecemasan menyelimuti pasien sebab hal itu bisa menurunkan imun.

“Hiburan misalnya nonton film komedi, video lucu dan sebagainya,” tambahnya.

Keempat, selalu sedia air panas untuk dicampur dengan air dingin, sebab pasien harus minum air hangat. Pastikan kebutuhan cairan dalam tubuh terpenuhi, yaitu 30% dari berat badan tubuh pasien, bukan 2 liter per hari.

“Kelima, penuhi asupan vitamin seperti Vitamin C, D dan Zinc yang cukup, ini banyak tersedia di apotek,”ujarnya.

Kelima, pastikan pasien selalu mengkonsumsi makanan yang terbaik, bila tidak bisa makan, berarti harus di lakukan tindakan infus.

“Bahan infusan juga banyak di apotek mulai set impus, cairan RL, ada 1 botol yang dicampur dan ada beberapa yang harus disuntikan seperti ondansetron dan ranitidine juga ada Methyl ke selang infus sesuai anjuran dokter,” imbuhnya.

Keenam, mengkonsumsi obat Oseltamivir dan Azithromicin, namun dua obat pokok ini cukup jarang di Apotek dan harganya juga cukup lumayan mendekati 1 jutaan.

Sebelumnya, istrinya Salik sempat masuk ke zona merah, yaitu Desa Kihiyang, Kecamatan Binong. Tidak lama setelah dari sana, ia mulai merasakan gejala sakit.

Baca juga: Desa Kihiyang Zona Merah, GP Ansor Subang Bantu Alat Kesehatan

“Selebihnya pastikan yang sakit istirahat total dan berikan makanan dan buah-buahan terbaik,” pungkasnya.