Rokok dan Silaturahmi

Share to :

Ketika Mamat sedang menikmati kopi dan sebatang rokok di serambi rumahnya, dia tegur oleh Dedi yang tiba-tiba datang dari samping umahnya. Pemuda paruh baya itu rupanya ada perlu sama Mamat untuk meminta tolong perbaiki HP-nya yang selalu “memory penuh”.

“Ngudud terusss….” Tegur Dedi sambil menepuk pundak mamat.

Mamat hanya diam saja, mulutnya tetap menghisap rokok filter yang baranya sudah hampir mendekati pembatas warna kuning di bungkus rokok itu.

“Kata orang merokok itu bisa mengurangi umur, Mat,”ucap Dedi mulai menasihati sambil membuka kunci layar HP-nya dengan nomor kode beberapa digit.

“Sebaiknya kamu berhenti merokok, Mat, saya aja tidak merokok,”tambahnya.

Lagi-lagi Mamat hanya diam saja tidak mengeluarkan sepatah kata pun.

“Rencana hari ini mau kemana, Mat? kalau tidak kemana-mana saya mau minta tolong ini HP memorinya penuh terus,” Tanya Dedi.

Mendengar pertanyaan ini Mamat baru menjawab.

“Biasa Ded, mau silaturahmi ke saudara di kampung sebelah,”jawabnya.

“Ada acara apa emangnya?,”Tanya Dedi.

“Mau nambal rokok,”jawab Mamat ketus.

“Maksudnya?,”ucap Dedi yang tidak mengerti jawaban Mamat.

“Maksudnya gini, kan tadi kamu bilang; merokok bisa mengurangi umur, nah umur yang berkurang gara-gara merokok tadi mau ditambal sama silaturahmi, sebab menurut dawuh Kanjeng Nabi, silaturahmi itu bisa menambah umur dan rejeki,”jelas Mamat sambil membuang rokoknya.