RMI Subang Kritisi Pemberitaan TV One soal Covid-19 di Pesantren

Share to :

Rabithah Ma`ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Kabupaten Subang selaku sayap organisasi NU yang mengurusi di bidang pesantren merasa diperlakukan tidak adil oleh pemberitaan TV One yang seolah menyudutkan pesantren dengan menurunkan judul berita Corona: Klaster Ponpes Makin Mengkhawatirkan dan Klaster Corona Ponpes Tumbuh Subur!.

Salah satu cuplikan dalam berita TV One

“Dari judulnya saja sudah menjadi framing dan menggiring opini bahwa penyebaran Covid-19 di pesantren sudah mengkhawatirkan, justru sebenarnya menurut kami yang mengkhawatirkan adalah pemberitaan tersebut karena bisa menimbulkan ketakutan di kalangan pesantren dan para orangtua,”Ujar Ketua RMINU Kabupaten Subang, KH Adam Misbahuddin Firdaus kepada NU Subang Online. Senin (05/20/2020).

Bukan hanya itu, sambungnya, pemberitaan ini juga bisa menimbulkan stigma negatif kepada pesantren yang bisa menimbulkan persepsi buruk di masyarakat dengan menganggap bahwa pesantren itu tidak aman, tidak menerapkan protokol kesehatan dan menjadi klaster penyebaran Covid-19 sehingga masyarakat meninggalkan pesantren.

“Saya belum mengerti dengan alasan TV One yang mengambil objek berita pada pesantren sebab kalau  berbicara tentang tempat berkerumun kan bukan hanya pesantren, ada pasar, pabrik, mall, tempat wisata atau tempat lain yang di sana banyak berkumpul orang-orang,”tegasnya.

Kiai Adam pun menyoroti sebuah statemen dalam pemberitaan tersebut yang seolah ingin menyatakan bahwa sebenarnya di pesantren sudah ada yang terpapar namun pihak pesantren menutupinya, jika demikian tentu statemen tersebut bisa juga berlaku pada pasar, mall, tempat wisata dan sebagainya.

“TV One juga seolah ingin menutup kegiatan pesantren dengan pertanyaan dan pernyataan emergency action pada pesantren, kenapa harus pesantren yang dibidik?, coba soroti juga pasar, pabrik dan tempat kerumunan lainnya,”tegas Pengasuh Pesantren Al-Multazam Kasomalang, Subang itu.

TV One, kata Kiai Adam, coba soroti juga Pilkada yang akan tetap dilaksanakan di tengah-tengah pandemi Covid-19, sebab potensi penyebaran Covid-19 dalam kegiatan Pilkada jauh lebih besar.

“Pesantren sekalinya diangkat TV One malah sisi buruknya, padahal kebaikan di pesantren jauh lebih banyak tapi yang soroti malah Covidnya, ini kan tidak adil,”pungkasnya.