Puncak Peringatan Harlah NU Tingkat Kabupaten Subang Digelar secara Hybrid

Share to :

SUBANG – Puncak Peringatan Hari Lahir (Harlah) NU ke-96 M / 99 H digelar secara hybrid. Untuk Pengurus MWCNU dan Nahdliyin Se-Kabupaten Subang mengikuti secara online di Kantor KUA Kecamatan masing-masing, sementara sejumlah tokoh dan undangan khusus mengikuti secara offline di Aula Islamic Center Kabupaten Subang, Jalan Arief Rahman Hakim, Dangdeur, Subang, Rabu (23/2/2022).

Ketua Panitia Kegiatan Harlah NU tingkat Kabupaten Subang, K Atep Abdul Gopar mengatakan bahwa sebelumnya PCNU Subang sudah menggelar sejumlah rangkaian acara, diantaranya PKL GP Ansor, Pelatihan, Da’i dan Da’iyah, Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK) antar MWCNU, Festival Fashion Fatayat, Seminar Kebangsaan, Lomba Tumpeng antar PAC Muslimat Se-Kabupaten Subang, dan Napak Tilas pendiri NU Subang.

Selain itu, kata dia, rangkaian acara lainnya adalah melaksanakan kegiatan vaksinasi massal, acara tersebut terselenggara atas kerja sama antara PCNU Subang dengan Kepolisian Resort (Polres) Subang.

“Kami haturkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi demi suksesnya semua rangkaian acara Peringatan Harlah NU tingkat Kabupaten Subang,” ujarnya.

“Terutama kepada para panitia, pemerintah, donatur, pengurus PCNU, lembaga dan banom,” tambahnya.

Kyai Atep menambahkan, pelaksanaan kegiatan puncak harlah NU tingkat Kabupaten Subang ini diikuti oleh seluruh MWCNU dan nahdliyin Subang, bertempat di kantor KUA dan kantor kecamatan.

“Sebagian ada yang mengikuti acara ini di kantor KUA dan sebagian lagi di kantor kecamatan,” sambungnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, dilaksanakannya peringatan harlah NU secara hybrid ini tidak lepas dari situasi dan kondisi pandemi yang tak kunjung usai sehingga keselamatan kita semua perlu dijaga.

“Karena keselamatan jiwa bagian dari pada maqasidusy syariah,” tambahnya usai acara.

Dalam kesempatan tersebut Kiai Atep bercerita bahwa ketika akan mengikuti kegiatan Napak Tilas di maqbadah pendiri NU Subang, ia mendapat kabar istrinya yang sedang hamil 7 bulan jatuh sakit dan harus segera dibawa ke rumah sakit. Sangat dilematis, akhirnya Kiai Atep tetap mengikuti kegiatan napak tilas karena ia sangat yakin dengan barokah para muasis dan ulama NU.

“Alhamdulillah sorenya saya dapat kabar istri saya baik-baik saja dan bisa dibawa pulang,” ucapnya.

Baca juga:

Turut hadir dalam kegiatan yang menerapkan prokes tersebut, Rais PWNU Jawa Barat, KH Abun Bunyamin, Ketua PWNU Jawa Barat KH Juhadi Muhammad, Bupati H Ruhimat, Wakil Bupati H Agus Masykur, para pejabat Forkopimda Subang, Anggota DPR RI F-PKB KH Maman Imanulhaq, dan sejumlah tokoh daerah.