Pengurus Antar Waktu Lembaga Dakwah NU Subang Resmi Dilantik

Share to :

Subang, NU Subang Online

Pada hari sabtu, 14 November 2020 pukul 19.30 s.d selesai, Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama kabupaten Subang bersama Majlis Ta’lim  menyelenggarakan Maulidurrosul dan sekaligus pelantikan Pengurus Cabang Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (PC LDNU) Kabupaten Subang  masa khidmat 2018-2023 di halaman asrama Majlis Ta’lim Al-Hidayah Dusun Sodong, Desa Gempol Sari, Kecamatan Patokbeusi.

Rais Syuriyah PCNU Subang, KH Agus Salim melantik Pengurus Antar Waktu LDNU Subang

Pada malam tersebut, Rois Syuriyah PCNU Subang, KH Agus Salim ZH melantik dan mengesahkan kepengurusan LDNU Kabupaten Subang melalui surat keputusan nomor; 246/PC/A.II/D-16/XI 2020. Kiai Agus Salim meminta kepada para pengurus yang hadir untuk selalu patuh terhadap AD/ART NU dan Peraturan Organisasi serta mentaati fatwa para ulama, untuk kepentingan bangsa dan negara diantaranya.

Para pengurus LDNU Subang yang hadir dan dilantik pada malam tersebut adalah:

  • Sobur Fakhurroji (Ketua),
  • Totoh Miftahul Falah (Wakil Ketua),
  • Opik Taufiqurrohman Asy’ari (Wakil Ketua),
  • Yudi Prayoga, S.Pd.I.MM (Wakil Ketua),
  • Zakir Zulaini, Lc (Wakil Ketua),
  • KH Nanang Fathullah, S.Pd (Sekretaris),
  • Agung Setia Mulyana, S.Pd. (Wakil Sekretaris),
  • KH Warsum Winaryo (Bendahara), dan
  • Ustadzah Nia Kurniasih, S.Pd.I (Wakil Bendahara).

Setelah itu, turut hadir Ketua PCNU Subang, KH Satibi yang memberikan sambutan yang diawali dengan ucapan selamat kepada seluruh pengurus LDNU Kabupaten Subang. Ia berharap besar kepada para pengurus untuk tidak diam setelah dilantik, akan tetapi agar dapat bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan dalam berbagai bidang; bidang pertanian, politik, ekonomi, pendidikan, budaya, dan teknologi. Tujuannya untuk memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa Nahdlatul Ulama menjadi pelindung masyarakat, dan sekaligus mengenalkan ke-Nu-an lebih dalam lagi khusunnya di dusun Sodong Patokbeusi.

Pentingnya memperdalam fikroh ke-Nahdlatul Ulama-an, agar masyarakat tidak menjadi radikal pemikiran. Sikap tolerasi, berkeadilan dalam memandang suatu masalah, perlu dipikirkan dengan tenang dan mengambil dari berbagai sumber yang ada untuk kemaslahatan bersama, apalagi menyangkut bangsa dan keutuhan NKRI.

Amaliyah NU juga perlu dijaga, berikan pemahaman kepada masyarakat secara komprehensip, sehingga amaliyahnya tidak bersinggungan dengan Amaliyah Nahdaltul Ulama, seperti; tahlilan, ziarah, sholawat dan seterusnya. Hal ini bisa dihasilkan melalui MKNU (Madrasah Kader Nahdlatul Ulama) bagi para pengurus, atau media informasi lainnya. Ia berkeyakinan, bahwa jika pemahaman wawasan fikrahnya luas, maka amaliyah dan harohkahnya juga tidak akan keluar dari pakem Ahlussunah wal Jamaah Annahdiyah.

Oleh karenanya, memberi pemahaman tentang fikroh, amaliyah dan harokah Nahdalatul Ulama kepada masyarakat luas menjadi tugas utama bagi para pengurus Nahdlatul Ulama, terlebih lagi bagi para pengurus LDNU Kabupaten Subang.

Selanjutnya, Kiai Satibi menyampaikan tentang koin NU yang menjadi salah satu program penguatan perekonomian dan kemandirian Nahdlatul Ulama yang digerakkan melalui Lembaga Zakat Nahdlatul Ulama (Lazisnu) bersama dengan MWC, lembaga, dan banom NU berkenan mengelola zakat dan infaq keluarga besar  Nahdaltul Ulama di wilayah Patokbeusi Khususnya.

Dengan program tersebut, kata Kiai Satibi, Lembaga, Banom dan MWC Patok beusi, insya Allah akan memiliki kantor sendiri, bahkan kegiatan Ke-NU-an yang menjadi program NU di Patokbeusi tidak akan merepotkan  orang lain.

Acara tersebut dihadiri sejumlah pejabat diantaranya adalah Camat Patok beusi, Kapolsek, Kepala Desa Gempol Sari, Kepala KUA, pengurus MWC dan pengurus Ranting NU, pengurus PAC dan jamaah atau warga setempat.

Sedangkan dari PCNU Kabupaten Subang yang turut hadir adalah KH Agus Salim (Rais Syuriyah),KH. Satibi (Ketua Tanfidziyah) K. Eka Munawar (Wakil Ketua), Muhajrin ( Wakil Sekretaris) dan juga perwakilan para ketua lembaga dan banom Nahdlatul Ulama  Dalam Acara tersebut, sekaligus diresmikan gedung Majlis Ta’li Al-Hidayah oleh KH. Agus salim.

Penulis: Muhajirin (Wakil Sekretaris PCNU Subang)