PCNU Subang Ajak Sinergi Ulama, Umaro dan Masyarakat di Safari Ramadhan Kalijati

Share to :

SUBANG – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Subang kembali menggelar kegiatan safari Ramadhan di lokasi yang ke-7, kali ini kegiatan berlangsung di Masjid Besar Al-Hasyr dan Alun-alun Kecamatan Kalijati, Sabtu(16/4/2022).

Wakil Ketua PCNU Subang, KH Toto Ubaidillah Haz

Wakil Ketua PCNU Kabupaten Subang KH Toto Ubaidillah Haz menjelaskan bahwa PCNU Subang bersama pemda Subang dan panitia mengagendakan kegiatan safari Ramadhan ini akan dilaksanakan di 12 lokasi yang meliputi kecamatan di daerah pantura, tengah dan selatan.

“Kalijati ini untuk lokasi yang ketujuh, Insyaallah tinggal 5 lokasi lagi yaitu di Kecamatan Dawuan, Pabuaran, Subang, Ciater dan Sagalaherang,” jelasnya.

Dijelaskan Kang Toto, salah satu tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan wathoniyah sehingga kehidupan berbangsa dan bernegara bisa berjalan dengan kondusif.

“Ulama, umaro dan masyarakat tidak dapat dipisahkan, semua harus berjalan beriringan agar tercipta kehidupan yang aman, tenteram dan sejahtera,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Toto menjelaskan bahwa ulama, umaro dan masyarakat adalah unsur bangsa yang harus selalu bersinergi, hal ini bertujuan diantaranya demi keutuhan bangsa dan negara.

Lebih lanjut Kang Toto menjelaskan bahwa sinergi antara ulama, umaro dan masyarakat sudah dibangun sejak dulu kala, terutama oleh para pendiri bangsa ini. Pasalnya, kata dia, ketiga unsur ini sudah melekat dalam tradisi dan budaya nusantara melalui simbol masjid, kantor pemerintahan dan alun-alun.

“Masjid simbol ulama, kantor pemerintah simbol umaro dan alun-alun simbol masyarakat, seperti di Kecamatan Kalijati ini, dalam satu lokasi ada masjid, kantor Kecamatan, dan alun-alun. Ini adalah simbol persatuan ulama, umaro dan masyarakat,” jelasnya.

Kiai Toto menjelaskan sejarah Kalijati, menurutnya, Kalijati merupakan kecamatan Istimewa karena masuk dalam sejarah nasional perjalanan Negara Kesatuan Republik Indonesia, yaitu menjadi tempat sejarah penyerahan pemerintahan Belanda kepada Jepang.

Baca juga:

“Pada tanggal 8 Maret 1942 pemerintah kolonial Belanda menyerahkan wilayah Indonesia kepada Jepang dan beberapa tahun kemudian tepatnya pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia menjadi negara merdeka,” pungkasnya.