Ngabret, Ini Cara NU Dawuan Realisasikan Program Unggulannya

Share to :

SUBANG – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Dawuan Kabupaten Subang memiliki seabreg program kerja. Dalam realisasinya, program kerja tersebut memiliki program kerja unggulan yang rutin dilaksanakan setiap hari Sabtu di tiap bulannya.

“Sabtu pertama dan ketiga tiap bulannya, diisi dengan kegiatan Bahtsul Masail yang diikuti 100 pengurus ranting NU dan 45 pengurus MWCNU beserta jamaah Se-Kecamatan Dawuan,” ujar Wakil Bendahara PCNU Subang asal Kecamatan Dawuan, Aa Sutisna, S.Pd usai acara Bahtsul Masail MWC NU Dawuan di Masjid Jami Al-Mukaromah Lebaksiuh Desa Sukasari Kecamatan Dawuan, Sabtu (21/12/2019).

Dikatakan, Bahtsul Masail dengan pembacaan Kitab Safinatunnaja tersebut , dihadirkan narasumber utama dari sejumlah kalangan dan tokoh Ulama di Kecamatan Dawuan. “Seperti acara hari ini, narasumber kita hadirkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Dawuan, KH Aan Ansori, S.Ag dan Kyai Ma’shum Rouf. Dan pembaca kitabnya KH Mumuh Abdul Muhyi,” ujarnya.

Sedangkan untuk Sabtu ke 2, kata Aa, diisi dengan pengajian dan rapat koordinasi pengurus yang membahas kitab tentang ke NU an. Di hari Sabtu ketiga, lanjut Aa, seluruh pengurus wajib mengikuti Program Bahtsul Masail Zona 1 An-Nahdloh 11 Kecamatan. “Adapun kalau ada Sabtu keempat digelar kegiatan Bahtsul Masail menghadirkan Nara Sumber dan Kyai Kyai dari PCNU Subang atau diluar daerah Kabupaten Subang,” jelas Aa.

Hal senada diungkapkan Katib MWCNU Dawuan, KH Gayus Priyono, S.Ag. ia mengatakan, selain Bahtsul Masail, yang menjadi program unggulan MWCNU Dawuan adalah menggelar kegiatan pengajian yang diisi dengan Tawassul dan Mau’idzoh Hasanah di Kantor Kecamatan Dawuan setiap Jumat keempat setiap bulannya.

“Ini kami lakukan untuk memberikan pencerahan rohani dilingkungan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Kecamatan Dawuan agar dalam bekerja melayani masyarakat senantiasa mendapat berkah, selamat dunia akhirat serta betul-betul mengedepankan kepentingan masyarakat,” ujar KH Gayus Priyono yang merupakan Kepala KUA Kecamatan Dawuan.

Sementara, Ketua Tanfidiyah MWCNU Dawuan Kyai Dedi Suherdi Waliyudin mengajak kepada seluruh warga NU Se Kecamatan Dawuan untuk terus menjaga dan mengembangkan faham Ahli Sunnah Waljamaah An-Nahdliyah.

“Sebagaimana da’wah yang dikembangkan oleh Wali Songo, para pengurus harusnya mengambil contoh dengan selalu disiplin, sabar, bijaksana, serta penuh kesantunan dalam setiap kegiatan juga selalu memberi contoh yang baik kepada masyarakat,” jelasnya.

Sekretaris MWC NU Kecamatan Dawuan, Ust. Dede Anwar menjelaskan, program unggulan yang tak kalah pentingnya lagi adalah bagaimana bisa memberikan pemberdayaan perekonomian masyarakat untuk mematahkan stigma bahwa warga NU itu terbelakang secara ekonomi.

“Insya Allah dalam waktu dekat kita akan menggelar Madrasah Kader NU (MKNU) yang bereorientasi kepada peningkatan kapasitas masyarakat dalam perekonomian. Termasuk akan meningkatkan sumberdaya kaum milenial dengan kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Gerakan Pemuda Ansor. Yang jelas, kami akan terus mengembangkan NU di Kecamatan Dawuan baik secara Amaliah, Harokah dan Fiqroh agar NU semakin dikenal dan dicintai masyarakat,” pungkasnya.  (Ade Mahmudin) ��n��