Kiai Kakak Beradik Pimpin PCNU Subang

Share to :

Kiai Kakak Beradik Pimpin PCNU Subang

Subang, NUSubang.or.id

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Subang baru saja mengadakan Konferensi Cabang IX yang di gelar di Pesantren Attawazun, Kalijati. Dalam prosesnya, semua rangkaian kegiatan berjalan normal sesuai rencana. Namun di puncak acara, tepatnya pada pemilihan pemimpin PCNU Subang 2018-2023 ada kejadian menarik dan juga unik, diantaranya adalah terpilihnya kakak – adik menjadi Rais dan Ketua. Rabu (3/10)

Diawali dengan memilih rais, 30 MWCNU se-kabupaten Subang merekomendasikan 5 nama kiai sepuh untuk menjadi tim Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) yang bertugas memilih seorang rais PCNU Subang. Saat dihitung muncul 30 nama kiai sepuh dan setelah diranking terpilihlah tim AHWA yang terdiri dari KH Musa Muttaqien, KH Agus Salim, KH Duding Abdul Mu`ti, KH Agus Syarifudin dan KH Abdul Manaf.

“Selama kami memimpin sidang di beberapa PCNU di Jawa Barat, Subang pemecah rekor sebab baru kali ini ada calon AHWA sampai 30 nama, di Kabupaten/Kota lain calon AHWA itu paling 5 atau 7 orang saja”ungkap salah seorang pimpinan sidang dari tim PWNU Jawa Barat

Tim AHWA kemudian masuk ruangan khusus yang sudah disiapkan panitia, sekitar lima belas menit kemudian tim AHWA ini kembali ke ruangan sidang dan menyampaikan hasil rapat yang memutuskan bahwa KH Agus Salim terpilih kembali menjadi Rais PCNU Subang masa khidmat 2018-2023.

Sidang kemudian dilanjutkan dengan memilih ketua, terlebih dahulu 30 orang ketua MWCNU dan 1 orang perwakilan PCNU memilih bakal calon ketua. Pada sesi ini muncul 3 nama yaitu KH Satibi dengan memperoleh 15 suara, KH Anang Jauharudin dengan 13 suara dan KH Abdul Hadi yang hanya mendapat hanya 3 suara. Secara otomatis K Abdul Hadi tidak lolos menjadi calon ketua sebab berdasarkan hasil keputusan sidang tata tertib yang sebelumnya dilaksanakan, calon ketua harus mendapatkan minimal 7 dukungan MWCNU.

Pimpinan sidang kemudian meminta restu kepada Rais terpilih agar proses pemilihan ketua bisa dilanjutkan dan saat memberikan sambutan, KH Agus Salim selaku rais terpilih pun merestui keduanya namun seolah merasa punya beban moral jika nanti KH Satibi terpilih menjadi ketua.

“Satibi ini adik saya, tapi semuanya terserah hadirin yang menentukan”kata Kiai Agus yang merupakan santri angkatan pertama sekaligus menjadi besan KH Dimyati Kaliwungu itu

Setelah mendapat restu dari rais terpilih, selanjutnya pimpinan sidang melanjutkan kegiatan dengan proses pemilihan ketua yang diikuti oleh KH Satibi dan KH Anang Jauharudin. Persoalan yang sebelumnya dilontarkan rais terpilih ini akhirnya menjadi nyata, sebab hasil akhir penghitungan adalah KH Satibi mengantongi 17 suara dan KH Anang Jauharudin mendapat 14 suara.

“Tadi kan kakak saya sudah bilang, tapi hadirin malah tetap milih saya”ujar KH Satibi saat memberikan sambutannya.

Setelah pemilihan rais dan ketua dilaksanakan, ada kejadian unik yang sedikit menghambat proses keputusan pimpinan sidang, sebab KH Agus Salim yang terpilih menjadi rais malah mengundurkan diri, kemungkinan besar karena merasa punya beban moral, kurang etis atau menghindari tuduhan nepotis jika kakak-adik menjadi rais dan ketua di PCNU. Menghadapi situasi tersebut, tim AHWA kembali masuk ruangan khusus untuk menyikapi pernyataan KH Agus Salim.

Beberapa saat kemudian, tim AHWA kembali  ke ruangan sidang dan KH Agus Salim menyampaikan dengan berat hati akan mencoba menjalankan amanat untuk menjadi rais.

“Dengan berat hati saya akan mencoba menjalankan amanat ini”Ucap Pengasuh Pesantren Al-Istiqomah itu

Menjadi Aktifis dan Partner Penggerak NU

Berdasarkan kesaksian Azmat Maula, ketua MWCNU Pusakajaya yang merupakan daerah asal rais dan ketua PCNU Subang terpilih, kakak beradik ini memang sudah aktif bersama dan menjadi penggerak NU mulai dari tingkat ranting dan Majelis Wakil Cabang bahkan sampai di tingkat Pengurus Cabang. Periode sebelumnya, KH Agus Salim adalah Rais PCNU Subang dan KH Satibi menjadi penggerak kegiatan Bahtsul Masail zona 1 yang diikuti 11 MWCNU. (Aiz Luthfi)