KH Tb Ahmad Rivqi Chowwash: Taubat adalah Pondasi Ibadah

Share to :

Cirebon, NU Subang Online

Momentum Hari Santri yang jatuh pada tanggal 22 Oktober sudah semestinya dijadikan sebagai momentum melakukan taubat, sebab semua manusia pasti pernah berbuat dosa dan melakukan maksiat sehingga perlu segera bertaubat mengingat taubat merupakan pondasi ibadah dan landasan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Demikian disampaikan Pengasuh Pesantren Darusalam Buntet Pesantren Cirebon, KH Tb Ahmad Rivqi Chowwash saat mengaji secara virtual yang disiarkan dalam Kanal Youtube Darussalam Buntet. Rabu (21/10/2020).

“Pesantren mayoritas diisi oleh orang-orang yang bertaubat, orang-orang yang ingin meninggalkan perbuatan buruk dan menggantikannya dengan perbuatan baik untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt,”ujarnya.

Pria yang akrab disapa Kang Entus ini mengatakan bahwa ada beberapa definisi yang menjelaskan tentang taubat, diantaranya adalah definisi yang diungkapkan oleh Imam Qusyairiyah dalam kitab Risalatul Qusyairiyyah.

“Dalam kitab Risalatul Qusyairiyah, taubat menurut Imam Qusyairi adalah kembali dari sesuatu yang tercela menuju sesuatu yang terpuji menurut syariat Islam,”ungkapnya.

Ditambahkannya, dalam melaksanakan taubat mesti memenuhi tiga unsur yang menjadi syarat dan rukunnya yaitu pertama menyesali semua perbuatan dosa atau maksiat yang telah dilakukan, kedua meninggalkan semua perbuatan buruk yang telah dilakukan dan ketiga mengembalikan sesuatu kepada orang yang pernah didzalimi.

“Atau dengan kata lain istihlal, minta dihalalkan atas semua perbuatan dosa yang telah dilakukan kepada orang lain,”tambahnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa taubat tidak hanya berlaku untuk orang awam saja sebab semua orang tidak pernah lepas dari berbuat maksiat dan kesalahan, sehingga taubat ada tingkatannya yaitu taubatnya orang awam, khawash dan khawashil khawash.

“Dalam ilmu tasawuf dikatakan bahwa taubat ada 3 macam, yaitu taubatul awam, taubatnya dari dosa besar, taubat khawash yaitu taubatnya orang spesial dan taubatnya orang lebih spesial,”tambahnya

Selain itu, kata dia, Imam Ibnu `Athaillah menyebutkan bahwa taubat ada dua macam yaitu taubat nadamah, taubat memohon ampun kepada Allah karena merasa takut akan siksa Allah dan taubat istijabah yaitu taubatnya seseorang karena merasa malu atas semua anugerah dan nikmat yang telah diberikan Allah.

Untuk itu ia mengajak kepada semua umat Islam khususnya para santri untuk melakukan taubat atas semua perbuatan yang telah dilakukan dan menggantinya dengan perbuatan-perbuatan baik.