Ketua JRA Jawa Barat Tegaskan Ruqyah tidak Harus Kesurupan

Share to :

Subang, NUSubang.or.id – Ruqyah merupakan pengobatan utama dan pertama yang sesuai dengan syariat Islam, sebab di dalam Surat Al-Isra ayat 82 disebutkan bahwa Al-Quran adalah Syifa yang punya makna berbeda dengan dawa, syifa adalah obat yang bisa menyembuhkan segala jenis penyakit sedangkan dawa adalah obat yang bisa menyembuhkan bisa juga tidak.

Suasana kegiatan dzikir, manakib, istighotsah dan ruqyah massal di Pesantren Al-Fattah

Demikian disampaikan Ketua Pengurus Wilayah Jam’iyah Ruqyah Aswaja ( PW JRA) Jawa Barat KM Luthfi Al-Maghribi usai menggelar kegiatan Dzikir Manakib Kubro, Istigotsah dan ruqyah massal yang digelar di Pesantren Al-Fattah, Kalijati, Kabupaten Subang. Kamis malam (28/8)

“Ruqyah merupakan metode pengobatan pertama dan utama karena semua penyakit bisa disembuhkan dengan wasilah ruqyah,”tegas pria yang biasa disapa Gus Luthfi itu.

Dikatakannya, sampai saat ini masih ada sebagian masyarakat yang memandang bahwa ruqyah identik dengan kesurupan, padahal sebenarnya belum tentu demikian sebab hal itu tergantung dari kondisi fisik dan psikis seseorang, jika saat diruqyah tubuhnya kuat mengimbangi pergerakan jin yang akan keluar dari tubuhnya yang terjadi hanya mual-mual saja.

“Tadi kan lihat sendiri tidak ada satu pun jamaah yang kesurupan saat diruqyah, semuanya cuma muntah-muntah saja,”tambah Wakil Katib PCNU Subang itu.

Dalam kesempatan tersebut Gus Luthfi menyatakan bahwa segala penyakit baik medis maupun non medis bisa disembuhkan melalui ruqyah dengan catatan pasien harus yakin pada mu’jizat Al-Qur’an dan dalam dirinya ada keinginan untuk mengeluarkan penyakit.

“Hal yang harus selalu diingat oleh semuanya bahwa yang menyembuhkan itu adalah Allah, bukan bacaan Al-Quran, bukan peruqyah, sebab peruqyah atau bahkan dokter sekalipun tidak bisa menyembuhkan penyakit, semuanya hanya wasilah atau perantara saja sebab hakikatnya yang menyembuhkan itu adalah Allah,”pungkasnya

Baca juga: Jam’iyah Ruqyah Aswaja Jawa Barat Ingin Jadi banom NU

Sebagi informasi, kegiatan dzikir, manakib, istigotsah dan ruqyah massal ini rutin digelar di Pesantren Al-Fattah setiap hari kamis malam jum’at legi.