JATMAN Subang Gelar Syahriyahan di Pesantren ‘Wa Mudir’

Share to :

Subang, NUSubang.or.id – Penutupan tahlilan Mudir JATMAN Subang, Almarhum KH Thola`al Badar Karim yang digelar di halaman Pesantren Al-Karimiyah disesaki jamaah dari berbagai daerah Kabupaten Subang, salah satu rombongan jamaah yang turut hadir adalah para pengurus NU  dan Pengurus Syu`biyah Jam`iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN) Kabupaten Subang. Kamis malam (16/1/2020)

Suasana Tahlilan di Pesantren Al-Karimiyyah

Beberapa hari sebelumnya, JATMAN Subang sudah berencana akan melangsungkan pengajian syahriyahan usai dilaksanakan penutupan tahlilan Wa Mudir, sapaan akrab almarhum KH Thola`al Badar Karim yang sejak tahun 2017 lalu dibaiat sebagai Mudir JATMAN Subang.

Dalam sambutan tuan rumah,KH Halimi menyampaikan bahwa Kiai Toto, sapaan almarhum, merupakan sosok yang tidak pernah lelah dalam berjuang mengibarkan bendera ahlussunnah wal jamaah an-nahdliyah, maka tidak heran banyak sekali jamaah yang ikut mendoakan beliau saat wafat pada hari kamis 9 Januari 2020 yang lalu.

Baca juga: Innalillahi wainna ilaihi roji`un, Mudir JATMAN Subang Tutup Usia

“Bahkan waktu prosesi sholat jenazah, masjid jami Al-Huda sampai tidak muat, banyak jama`ah yang ikut shalat di luar masjid,” Ujar Kakak sulung Kiai Toto itu

Lebih lajut Kiai Halimi menceritakan bahwa saat pengajian Al-Qur`an di makam pun dipadati jamaah, bahkan terbilang masuk rekor Pungangan sebab dalam kurun waktu dua hari sudah khatam Al-Qur`an sebanyak 56 khataman, padahal ketika ada pengajian Al-Qur`an di maqbaroh biasanya ditarget 41 khataman dalam waktu tiga hari.

Para tokoh menghadiri penutupan Tahlilan almarhum KH Thola`al Badar Karim

Usai digelar tahlilan, para pengurus dan jamaah JATMAN menggelar pengajian syahriyahan yang dipimpin oleh Mudir Wustho JATMAN Jawa Barat, DR KH Eep Nurudin.

Kiai Eep membenarkan bahwa Kiai Toto merupakan pejuang ahlussunnah wal jamaah an-nahdliyah di Kabupaten Subang, saat kordinasi dengan Kiai Eep terkait dengan masalah JATMAN, Kiai Toto selalu bekerja dengan cepat.

“Jadi kalau kata saya harus begini, begini, almarhum tidak menunggu hari lagi, saat itu juga langsung bergerak cepat,”ungkapnya

Selain itu, tambah dia, saat Kiai Toto wafat Kiai Eep sedang berada di Pekalongan mengikuti rapat kordinasi JATMAN tingkat nasional, dalam kegiatan yang dihadiri ribuan orang tersebut tiba-tiba Rois Am JATMAN, Abah Habib Luthfi bin Yahya bertanya nama Mudir JATMAN Subang.

“Alhamdulillah disana Abah Habib memimpin doa khusus kepada almarhum Kiai Toto,”ujarnya