Jam’iyah Ruqyah Aswaja Jawa Barat Ingin Jadi banom NU

Share to :

Subang, NUSubang.or.id – Pengurus Wilayah Jam`iyah Ruqyah Aswaja (PW JRA) Jawa Barat sudah hadir untuk sukseskan kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II JRA yang digelar di Buleleng Bali. Jum`at-Sabtu (21-22/8).

KH. Luthfi Al-Maghribi atau Gus Luthfi (Ketua PW JRA Jawa Barat)

“Kami dari JRA Jawa Barat punya tanggung jawab untuk sukseskan acara Rakernas II Bali ini maka dari itu kami sedikit banyaknya ikut andil dalam memberikan dukungan secara moril dan materil,”ungkap Ketua PW JRA Jawa Barat KH Luthfi Al-Maghribi kepada NU Jabar Online melalui sambungan telepon. Jum`at (21/8).

Pria yang biasa disapa Gus Luthfi ini mengatakan bahwa pekan lalu PW JRA Jawa Barat telah mengadakan rapat kordinasi dengan semua Pengurus Cabang JRA se-Jawa Barat untuk menyamakan persepsi dan aspirasi para pengurus untuk disampaikan dalam Rakernas.

“Dalam Rakor tersebut kita membahas beberapa hal yang tentunya masih ada kaitan dengan Rakernas Bali ini,”tambah Gus Luthfi yang juga Pengasuh Pesantren Al-Fattah, Kalijati, Subang ini.

Dikatakannya, dalam Rakernas II ini JRA Jawa Barat akan menyampaikan beberapa hal diantaranya akan mengusulkan agar JRA menjadi badan otonom NU berbasis profesi dan kekhususan sebagaimana JATMAN, Pergunu, Pagar Nusa, Serikat Nelayan NU, dan sebagainya.

“Sekarang JRA ada di bawah naungan LDNU, kita ingin mewacanakan agar JRA bisa jadi Banom NU dengan berbagai pertimbangan dan kajian, semoga bisa disepakati bersama”imbuhnya.

Dalam Rakernas ini, tambahnya, panitia tetap menerapkan protokol kesehatan sebagai bentuk pencegahan terjadinya penularan dan penyebaran Covid-19.

“Semua peserta di-rapid test dulu dan semua rangkaian kegiatan tetap menggunakan standar protokol kesehatan, seperti memakai masker dan jaga jarak,”pungkasnya.