Innalillahi Wainnaa Ilaihi Roji’un. Mudir Jatman NU Subang Tutup Usia

Share to :

SUBANG, NUSubang.or.d – Warga Nahdliyin Kabupaten Subang sedang berduka. Pasalnya, salah seorang tokoh NU asal Pungangan Patokbeusi, KH. Thola’al Badr Karim tutup usia dalam usia 50 tahun.

Mudir JATMAN Subang, KH Thola`albadar Karim

Kyai yang akrab disapa Kang Oto tersebut menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 06.00 WIB di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Kamis (9/1/2020) karena serangan struk yang mulai dirasa sejak 2015 silam.

“Kami merasa kehilangan sosok ayah yang menjadi teladan bagi anak-anaknya,” ujar anak sulung Kang Oto, Ahmad Bariez Labib Syakabi saat ditemui NU Online di rumah duka.

Kang Oto yang merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Al Karimiyah yang berdiri sejak 1957 itu masih tercatat sebagai Mudir Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (Jatman) PCNU Kabupaten Subang Jawa Barat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kang Oto mulai dibawa ke RSHS Bandung sejak hari Minggu (5/1/2020) malam, namun kondisinya semakin menurun hingga akhirnya tutup usia dan dikebumikan di pemakaman keluarga pada pukul 16.00.

Turut menjadi imam shalat jenazah, KH. Nawawi yang merupakan Rois Jatman PCNU Subang. Ribuan jama’ah tumpah ruah melepas kepergian Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Patokbeusi periode 2013-2018 tersebut.

Putra ketiga pasangan KH. Abdul Karim Aly dan Hj. Nyimas Maemunah tersebut meninggalkan seorang istri, Hj. Tharikotul Ulum dan dua orang anak, Ahmad Bariez Labib Syakabi dan Ahmad Miqdad Syakabi. Almarhum diketahui juga pernah nyantri di Buntet Pesantren Cirebon.

Anggota DPR RI, Maman Imanulhaq yang turut hadir saat prosesi pemakaman mengatakan, sosok Kang Oto menjadi cerminan bagi kalangan generasi Nahdliyin atas kegigihannya menegakkan syi’ar Islam Ahlussunnah Waljama’ah An Nahdliyyah.

“Untuk itulah kemudian, saya berpesan, khususnya kepada anak-anaknya agar meneruskan perjuangan Almrahum. Karena saya bersaksi bahwa beliau istiqamah dan semangat dalam menegakkan syiar Islam Ahlussunnah Walajamah,” ujarnya.

Sementara, Ketua PCNU Kabupaten Subang, KH. Satibi mengaku kehilangan sosok yang telah memajukan Jatman PCNU Subang dan telah berkontribusi dalam memajukan NU di Kabupaten Subang.

“Atasnama keluarga besar PCNU Subang, kami turut berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas kepergian beliau. Karena beliau lah, Jatman di Subang menggeliat. Mudah-mudahan beliau diaku sebagai santrinya Mbah Hasim Asy’ari dalam keadaan khusnul khatimah,” pungkasnya. (Ade Mahmudin)