Gelar Workshop Hari Ibu, Fatayat Subang Diminta Gulirkan Program Pemberdayaan Perempuan

Share to :

SUBANG – Anggota komisi VIII DPR RI, KH. Maman Imanulhaq mendorong agar keberadaan Fatayat NU bisa memberikan program-program pemberdayaan perempuan.

Hal itu disampaikan KH. Maman Imanulhaq saat memberikan materi Workshop Hari Ibu bersama Pimpinan Fatayat NU Kabupaten Subang di Kantor PCNU Subang, Jalan Darmodiharjo, No.04, Keluarahan Sukamelang, Subang, Jum’at (27/12/2019).

Menurut Kyai Maman, sapaan akrabnya, bahwa dengan kegiatan workshop di momentum hari ibu tersebut merupakan langkah tepat mengingat sampai hari ini masih banyak kasus yang menyudutkan kaum perempaun.

“Seperti kegiatan seperti ini sudah bagus untuk kemudian bisa mendorong Fatayat dalam memberikan program yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan,” ujar Kyai Maman.

Selain itu, lanjut Kyai Maman, isu-isu yang berkaitan dengan kesehatan perempuan dan perlindungan anak juga harus menjadi skala prioritas dalam rangka menggulirkan program pemberdayaan perempuan tersebut.

“Sehingga isu soal stunting dan kekerasan dalam rumah tangga, itu bisa ditanggulangi melalui sosialisasi seperti ini. Dengan begitu, kaum perempuan bisa bangkit dari segala keterpurukan,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Ketua PCNU Kabupaten Subang, KH. Satibi. Menurutnya, sudah saatnya Fatayat NU sebagai salah satu Badan Otonom (Banom) NU mulai memikirkan berdirinya fasilitas kesehatan dan pendidikan.

“Hari ini Banom yang sudah memiliki fasilitas pendidikan baru GP Ansor. Siapa tau nanti Fatayat memiliki fasilitas kesehatan sehingga keberadaan para Banom ini betul-betul bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata KH. Satibi.

Sementara, Ketua Fatayat NU, Hj. Unengsih mengatakan, kegiatan workshop hari ibu ini berorientasi kepada meningkatnya pemahaman dan peran kaum perempuan dalam mengurus rumah tangga serta meningkatkan perekonomian.

“Tentunya Fatayat harus bergerak dilingkungannya masing-masing. Misalnya dengan majelis taklim, posyandu serta ruang-ruang lain yang bisa dimanfaatkan sehingga hak dan kewajiban sebagai seorang perempuan bisa berbanding lurus,” pungkasnya. (Ade Mahmudin)