Fatayat NU Subang Soroti Peningkatan Angka Perceraian

Share to :

Subang, NU Subang Online
Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Subang membangun kerjasama dengan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) untuk menekan angka perceraian di kalangan perempuan muda yang semakin hari makin meningkat dan rata-rata dilatarbelakangi oleh masalah ekonomi.

PC Fatayat NU Subang rutin menggelar diskusi bulanan, pada bulan september ini Kesbangpol dihadirkan sebagai narasumber

Demikian salah satu poin yang mencuat dalam kegiatan Diskusi Bulanan PC Fatayat NU Subang yang digelar di Kantor PCNU, Jalan Darmodiharjo No 4 Kelurahan Sukamelang, Subang. Jum’at (4/9)

Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Subang, Hj Unengsih mengatakan bahwa perceraian di Kabupaten Subang mulai ada peningkatan seiring dengan semakin meningkatnya arus industrialisasi sebab saat ini jumlah pabrik di Subang semakin bertambah dan diprediksi akan terus bertambah sementara pihak perusahaan lebih banyak menyerap tenaga kerja perempuan dibanding laki-laki.

“Situasi ini menyebabkan adanya pertukaran peran dan fungsi dalam rumah tangga, misalnya pencari nafkah dalam keluarga yang sejatinya diperankan oleh suami berubah jadi dilakukan oleh istri,”ujarnya.

Sebaliknya sambung Unengsih, istri yang sebelumnya lebih banyak berperan dan bertugas di dalam rumah untuk mengurus rumah tangga mulai dari mengasuh anak, memasak, mencuci dan sebagainya berganti dilakukan oleh suami yang ditambah dengan tugas antar jemput istri ke pabrik.

“Peran ini kemudian berdampak pada finansial dan selanjutnya istri merasa lebih mampu menafkahi keluarga dibanding suami,”imbuhnya.

Padahal, kata dia, jika pihak istri maupun suami bisa saling mengendalikan emosinya dan melihat dari sudut pandang lain pernikahan itu mestinya tetap bisa dipertahankan, misalnya melihat pada sisi bertukar peran dan berbagi tugas, tugas istri bekerja dan tugas suami mengurus rumah.

Selain itu, sambungnya, Pandemi Covid-19 punya dampak signifikan pada ekonomi nasional yang imbasnya juga mempengaruhi pada pendapatan keluarga karena adanya pengurangan jumlah pekerja dalam perusahaan.