Cepat dan Tegas Jadi Kunci Sukses Jerman Atasi Wabah Covid-19

Share to :

Jakarta, NUSubang.or.id – Jerman merupakan  salah satu Negara yang cukup sukses dalam menangani masalah pandemi Covid-19, menurut Duta Besar RI untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno, ada beberapa kunci sukses yang membuat Jerman berhasil menekan angka penyebaran dan penularan wabah Covid-19 di Negara tempatnya bertugas itu.

Dubes RI untuk Jerman Arif Havas Oegroseno

“Tingkat kesembuhan di Jerman itu 92 persen, sangat tinggi sekali kalau dibandingkan dengan negara lain di Eropa, ” Ungkap Arif Havas Oegroseno dalam kegiatan Webinar yang diprakarsai oleh PP Muslimat NU dan digelar melalui Zoom Meeting. Sabtu (12/7).

Persentase tersebut, sambung Arif, diambil dari angka kasus positif Covid-19 di Jerman yang hari ini tersisa 15 ribu orang dari total kasus 199 ribu orang yang terpapar sehingga angka kesembuhan Covid-19 di Jerman kurang lebih mencapai 185 ribu kasus.

“15 ribu orang  tersebut mayoritas tidak dirawat di rumah sakit,”sambung Arif dalam kegiatan yang mengambil tema Strategi Diaspora Indonesia Menghadapi Tantangan Covid-19 di Negeri Orang.

Diceritakannya, salah satu kunci sukses Jerman dalam menangani kasus Covid-19 adalah bergerak cepat, kasus pertama Covid-19 masuk Jerman diketahui pada tanggal 27 Januari 2020, saat itu juga pemerintah Jerman langsung membuat tim darurat Covid dan tanggal 13 Maret 2020 diputuskan Lockdown.

“Di Jerman itu kasus pertama 27 Januari, lockdown tanggal 13 Maret, tanggal 16 Mei sepak bola sudah dimulai lagi, sangat luar biasa,”katanya.

Dengan demikian, kata dia, pelajaran yang dapat diambil dari Jerman adalah berhasil membuat kebijakan dengan sangat cepat, pada saat diketahui ada kasus pemerintah langsung membuat tim tanggap darurat dan ketika tidak ada tanda-tanda penurunan angka kasus langsung mengeluarkan kebijakan lockdown.

“Kemudian tegas pada saat masyarakatnya ngeyel, misalnya dulu ada namanya corona party, karena club ditutup mereka membuat pesta di rumah-rumah, itu digrebek polisi Jerman, lalu ditangkap semua, diberikan edukasi dan dipulangkan lagi,”tandasnya.

Selanjutnya, kata dia, pemerintahan Jerman terkordinasi dalam menangani kasus covid-19 karena setiap dua minggu sekali selalu mengadakan rapat online antara kanselir dengan para gubernur untuk kemudian membuat sebuah langkah yang disepakati bersama.

“Kesepakatan itulah yang diumumkan, jadi tidak ada statement yang beda-beda lalu setiap daerah diberikan kebebasan masing-masing sesuai kebutuhan kemudian wali kota dan bupati harus patuh sama keputusan pusat,”tambahnya.

Selain itu, faktor lain yang mendukung keberhasilan Jerman dalam menangani pandemi ini adalah kesiapan sistem dan infrastruktur kesehatan yang memadai, mulai dari jumlah rumah sakit, dokter hingga alat-alat kesehatan.