Bangun Ekonomi Jamaah, Ranting NU Caracas Bentuk Koperasi dan Kumpulkan Koin

Share to :

Subang, NUSubang.or.id – Salah satu kegiatan rutin mingguan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Caracas, Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang adalah menggelar Jinen alias Pengajian Malem Senen di Pesantren Al-Mukhtariyyah, pengajian yang dirintis sejak tahun 2012 ini biasanya diikuti oleh belasan orang bapak-bapak yang terdiri dari para pengurus dan tetangga pesantren.

Ketua PRNU Caracas, M. Ayi Fahmi Karim sedang mengisi pengajian
Ketua PRNU Caracas, M. Ayi Fahmi Karim sedang mengisi pengajianKetua PRNU Caracas, M. Ayi Fahmi Karim sedang mengisi pengajian

“Pengajian ini sebenarnya sudah ada sejak zaman kakek, dilanjutkan bapak, setelah itu mulai vakum dan pada tahun 2012 lalu tepatnya setelah ranting NU Caracas dibentuk pengajian tersebut mulai dihidupkan kembali,”ungkap Ketua PRNU Caracas, M. Ayi Fahmi Karim di komplek Pesantren Al-Mukhtariyyah. Rabu (26/8)

Tahun lalu sambung Ayi, tepatnya pada bulan Ramadlan 1440 H atau bulan Mei 2019 M para jamaah pengajian bersepakat untuk membangun ekonomi secara berjamaah, kesepakatan itu diwujudkan dengan pembentukan Kopranu (Koperasi Ranting NU) Caracas.

“Mungkin lebih tepatnya kokoperasian, sebab kita belum punya payung hukumnya,kalau sudah ada anggaran baru kita urus perizinannya,”katanya.

Walau belum punya legalitas kata dia, secara substansi dan praktek kopranu sudah berjalan sebab semua jamaah sudah menyetorkan iuran pokok sebesar Rp100 ribu dan setiap bulan rutin membayar iuran wajib anggota sebesar Rp10 ribu.

“Anggotanya sudah lebih dari 50 dan untuk iuran sukarela dikumpulkan setiap pengajian malem senen, tapi beberapa bulan kemarin sempat vakum karena libur Covid-19,”ujar Kepala MTs Darul Ikhlash itu.

Lebih lanjut Ayi menjelaskan, uang koperasi yang terkumpul itu masih di angka jutaan dan mendekati sepuluh juta, sebagian dari dana tersebut digunakan untuk modal usaha anggota dan keuntungannya dibagi dua dengan koperasi.

“Alhamdulillah menjelang lebaran 1441 H kemarin kita bagi Sisa Hasil Usahanya, walaupun setiap anggota dapatnya masih puluhan ribu saja,”tambahnya.

Selain koperasi, PRNU Caracas juga menggalang Koin NU yang dikumpulkan setiap satu bulan sekali yaitu setiap malem senin kliwon, pada malam tersebut sekaligus digelar Manakiban Kanjeng Syaikh Abdul Qodjr Jaelani.

“Manakiban sekaligus pengumpulan Koin NU ini berjalan baru tiga kali, pertama sebelum Covid-19 dan setelah New Normal kita adakan lagi pengajian rutin dan manakiban,”imbuhnya.

Ayi melaporkan dana yang terkumpul dari Koin NU ini sudah lebih dari Rp1 juta dan sebagian digunakan untuk kepentingan organisasi seperti mengikuti pelatihan hidroponik PCNU Subang dan biaya operasional lainnya.

“Intinya kita ingin mencoba seimbangkan kebutuhan jiwa raga kita, kalau kata istilah Sunda ngejo parab awak, ngaji parab akhlak, ngejo teu ngaji sasar, ngaji teu ngejo lapar, teu ngaji teu ngejo modar,”pungkasnya.