“A New Life of Human”

Share to :

Oleh: Fitri Nazwa Nurhamidah*)

 Virus Corona atau sering disebut dengan Covid-19(Coronavirus deseases 2019) merupakan jenis virus yang ditemukan sejak kejadian luar biasa yang menimpa di kota Wuhan,China pada Desember 2019. Virus ini bisa menyerang sistem pernapasan. Pandemi virus Corona sampai saat ini masih melanda di belahan dunia. Salah satunya negara Indonesia. Indonesia mengkonfirmasi kasus Covid-19 pertama kali oleh presiden Jokowi mengenai dua orang Indonesia positif terjangkit virus corona pada tanggal 02 Maret 2020.

Masjid Pesantren Pagelaran 3 Cisalak, Subang

Bahkan sampai saat ini di Jawa Barat kasus Covid-19 ini telah mencapai angka 30.043. Jumlah pasien yang sembuh bertotal 19.924 dan pasien yang meninggal bertotal 559. Begitu cepatnya penyebaran virus ini sehingga menimbulkan dampak yang serius terutama permasalahan pendidikan.Banyak sekolah yang diliburkan begitupun banyak pondok pesantren yang diliburkan.Hal ini membuat prihatin tingkat pendidikan warga di dunia khusunya di Indonesia.

Walaupun sudah ditetapkan sistem daring atau belajar di rumah,hal tersebut dinilai tidak efektif. Banyak kendala yang terjadi selama proses daring,diantaranya yaitu:

  1. Tidak semua siswa memiliki teknologi dan ekonomi yang sama,
  2. Jaringan koneksi lambat,
  3. Kuota internet yang mahal,
  4. Gangguan yang bersifat kondusif membuat tidak fokus belajar,
  5. Siswa sulit memahami materi.

Pendidikan juga sangat penting untuk santri. Santri merupakan garda terdepan sebagai contoh dan teladan dalam penanganan virus Covid-19. Para santri juga dituntut berperan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai protokol kesehatan, melindungi para kiai, menerapkan budaya-budaya baru di lingkungan Ponpes, serta membentuk Satuan Tugas Jogo Santri. Santri juga mempunyai beberapa peran dan tugas selama hidup di pondok,diantaranya adalah memperdalam ilmu agama dan mursyidul ummah (seorang pembimbing bagi umat).

Pondok pesantren sudah ada sejak sebelum negara Indonesia lahir. Selama itu pula Ponpes sudah mewarnai dan memberikan kontribusi besar terhadap negara. Sehingga sangat rugi dan menyedihkan di tengah pandemi sekarang banyak pondok yang ditutup dan diliburkan. Hal ini membuat santri tidak bebas memperdalam ilmu agama. Kegiatan dirumah tidak sesibuk kegiatan di pondok. Tidak ada kegiatan solat berjamaah yang ada sekarang solat harus diberi jarak, tidak ada kegiatan mengaji bersama, tidak ada kegiatan bersih-bersih berjamaah. Yang ada kegiatan selama di rumah adalah bermalas-malasan dan memainkan gadget.

Namun di  Indonesia tidak semuanya daerah terpapar oleh virus corona. Di Jawa Barat ada beberapa daerah yang termasuk zona hijau atau zona aman, dimaksudkan aman disini adalah boleh beraktivitas namun harus dipandu dengan protokol kesehatan. Hal ini membuat pesantren yang ada di Jawa Barat boleh dibuka di daerah yang sebagian  berada di zona aman.

Syarat dibukanya pondok pesantren  hanya di zona biru dan hijau. Dan harus meminta izin kepada Pemkot dan Pemkab masing-masing dan siap untuk menerapkan protokol kesehatan.   Selain itu, syarat lainnya yakni bahwa santri yang bisa kembali ke pesantren hanyalah mereka yang berdomisili di Jabar atau warga Jabar.

Kita ambil contoh Pondok Pesantren yang ada di daerah Cisalak,Subang yaitu Pesantren Pagelaran 3. Pondok ini sudah dibuka kembali pada tanggal 05 Juli 2020 secara resmi telah diberi izin oleh bapak Bupati Subang. Sebelum dibuka kembali pimpinan pondok,guru- guru pembimbing dan keluarga pondok melakukan rapid test dan hasilnya menunjukkan negatif. Dengan dilakukannya rapid tes tersebut, pihaknya berpedoman pada himbauan Pengurus Pusat Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) yang ditandatangani Ketua H. Abdul Ghofarozzin dan Sekretaris Habib Sholeh terkait ajakannya untuk meminimalkan terpaparnya Covid-19.

Setelah dibuka kembali Pondok Pesantren ini menerapkan protokol kesehatan demi menjaga lingkungan pondok serta para santri agar terhindar dari paparan virus Corona. Dan menerapkan aturan”a new life of human” Aturan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Santri harus selalu mencuci tangan memakai sabun selama 25 detik.
  2. Santri harus selalu menjaga jarak dengan orang lain minimal 1 meter.
  3. Santri harus selalu memakai masker bila berpergian kemanapun dan bila batuk,bersin tutup dengan lengan bagian atas.
  4. Santri harus selalu berwudhu ketika batal,manfaat dawam wudhu adalah wajah semakin cerah dan selalu suci.
  5. Santri harus selalu membaca ayatul hirsy sugro sesudah solat ashar, membaca ayatul hirsy qubro sesudah solat subuh.
  6. Santri harus selalu membaca doa tolak bala setelah solat agar dijauhkan dari segala penyakit.

Di pondok tersebut ada aturan untuk menjaga imun tubuh santri.

Apa saja aturan tersebut?

  1. Santri diwajibkan untuk menerapkan pola hidup sehat.
  2. Santri diwajibkan untuk memperbanyak mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan.
  3. Santri diwajibkan untuk beristirahat yang cukup.
  4. Santri diwajibkan untuk menghindari hal yang membuat pikiran stress.
  5. Santri diwajibkan untuk rajin berolahraga.
  6. Santri dilarang merokok, miras dan psikotoprika.

Sungguh luar biasa Pondok Pesantren tersebut. Para kiai berjuang mengajarkan aturan dan ilmu agama dan para santri berjuang gigih dalam menimba ilmu agama. Dimana keadaan yang harus  memisahkan mereka dari orang tua. Hadist ini menguatkan semangat para santri dalam menuntut ilmu agama.

إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

  “Sesungguhnya ucapan orang-orang yang beriman apabila diajak untuk kembali kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul itu memberikan keputusan hukum di antara mereka hanyalah dengan mengatakan, “Kami mendengar dan kami taat”. Dan hanya merekalah orang-orang yang berbahagia.” (QS. An-Nuur ayat 51).

Setelahnya para santri kembali ke Pondok dengan aman dan terbebas negatif dari virus Corona, maka pihak Pondok Pesantren pun tidak resah lagi dan merasa aman terhadap lingkungan Pondok Pesantren aman dari virus Covid-19. Dengan niat dan tekad berjihad di jalan Alloh dan bersiap menjalani kehidupan baru di Pondok Pesantren.

*)Santri Pesantren Pagelaran 3 Cisalak, Juara II lomba menulis Hari Santri 2020 tingkat Kabupaten Subang